Sabtu, 02 Juli 2011
Tinggi Badan Saat Dewasa Bisa Diukur Waktu Anak Usia 2 Tahun
Setiap orangtua tentunya ingin memiliki anak yang sehat dan berbadan tinggi. Memperkirakan tinggi anak saat ia dewasa paling mudah diukur saat anak usia 2 tahun. Bagaimana caranya?
"Umur 0-2 tahun adalah masa emas pertumbuhan anak. Pertumbuhan dan perkembangan otak 0-2 tahun sudah mencapai 80 persen otak orang dewasa," jelas Dr Idrus Jus'at,PhD, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Jumat (28/1/2011).
Menurut Dr Idrus, pada periode kehidupan ini, sel-sel otak tumbuh dengan amat cepat sedemikian rupa, sehingga saat usia dua tahun pertumbuhan sel-sel otaknya sudah mencapai lebih dari 80 persen.
"Selain itu, saat umur 2 tahun tinggi badan anak-anak menggambarkan separuh dari tingginya saat dewasa. Misal, saat umur 2 tahun tingginya 85 cm, maka saat umur 18 tahun kurang lebih tinggi 170 cm," lanjut Dr Idrus.
Oleh karena itu, bila orangtua tidak atau terlambat mencukupi gizi anak sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun, makan anak bisa lebih pendek ketimbang teman-temannya yang seumuran.
Tak hanya tinggi badan, periode ini merupakan masa kritis bagi komponen otak yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak, yang hanya terjadi sekali seumur hidup dan tak akan terulang.
Bila dalam periode 0-2 tahun anak mengalami kekurangan gizi yang dibutuhkan otak, perkembangan otak dan kecerdasannya akan terpengaruh. Itu sebabnya kecukupan gizi pada masa kehidupan ini perlu benar-benar diperhatikan.
Dalam masa ini, pola makan dengan gizi seimbang sangat dibutuhkan bayi. Dengan pola makan bergizi seimbang, bayi akan tumbuh dan berkembang optimal termasuk kecerdasannya.
Jika orangtua tidak memperhatikan periode kritis ini, kegagalan tumbuh kembang optimal akan terjadi di usia itu dan berlangsung permanen, yang akan terbawa terus hingga akhir hayat.
Selain metode di atas, ada juga metode dengan rumusan seperti berikut: Tambahkan tinggi kedua orangtua bisa dengan menggunakan satuan inci atau sentimeter. Membagi jumlah tersebut dengan angka 2. S
Setelah dibagi tambahkan 2,5 inci (jika menggunakan satuan inci) atau 6,5 cm (jika menggunakan satuan cm). Angka yang didapatkan adalah tinggi midparental (pertengahan tinggi) untuk anak. Tinggi anak yang sebenarnya adalah ?? 4 inci atau ?? 10 cm. Itu adalah range tinggi anak Anda
"Umur 0-2 tahun adalah masa emas pertumbuhan anak. Pertumbuhan dan perkembangan otak 0-2 tahun sudah mencapai 80 persen otak orang dewasa," jelas Dr Idrus Jus'at,PhD, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Jumat (28/1/2011).
Menurut Dr Idrus, pada periode kehidupan ini, sel-sel otak tumbuh dengan amat cepat sedemikian rupa, sehingga saat usia dua tahun pertumbuhan sel-sel otaknya sudah mencapai lebih dari 80 persen.
"Selain itu, saat umur 2 tahun tinggi badan anak-anak menggambarkan separuh dari tingginya saat dewasa. Misal, saat umur 2 tahun tingginya 85 cm, maka saat umur 18 tahun kurang lebih tinggi 170 cm," lanjut Dr Idrus.
Oleh karena itu, bila orangtua tidak atau terlambat mencukupi gizi anak sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun, makan anak bisa lebih pendek ketimbang teman-temannya yang seumuran.
Tak hanya tinggi badan, periode ini merupakan masa kritis bagi komponen otak yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak, yang hanya terjadi sekali seumur hidup dan tak akan terulang.
Bila dalam periode 0-2 tahun anak mengalami kekurangan gizi yang dibutuhkan otak, perkembangan otak dan kecerdasannya akan terpengaruh. Itu sebabnya kecukupan gizi pada masa kehidupan ini perlu benar-benar diperhatikan.
Dalam masa ini, pola makan dengan gizi seimbang sangat dibutuhkan bayi. Dengan pola makan bergizi seimbang, bayi akan tumbuh dan berkembang optimal termasuk kecerdasannya.
Jika orangtua tidak memperhatikan periode kritis ini, kegagalan tumbuh kembang optimal akan terjadi di usia itu dan berlangsung permanen, yang akan terbawa terus hingga akhir hayat.
Selain metode di atas, ada juga metode dengan rumusan seperti berikut: Tambahkan tinggi kedua orangtua bisa dengan menggunakan satuan inci atau sentimeter. Membagi jumlah tersebut dengan angka 2. S
Setelah dibagi tambahkan 2,5 inci (jika menggunakan satuan inci) atau 6,5 cm (jika menggunakan satuan cm). Angka yang didapatkan adalah tinggi midparental (pertengahan tinggi) untuk anak. Tinggi anak yang sebenarnya adalah ?? 4 inci atau ?? 10 cm. Itu adalah range tinggi anak Anda
Inilah 5 Penyebab Pria & Wanita Sering Salah Paham
Ungkapan 'Men from Mars, Women from Venus' terbukti benar. Pria dan wanita diciptakan memiliki pemikiran, sikap dan sifat saling bertolak belakang, seperti berasal dari dua planet berbeda.
Karena itu, salah paham bisa kerap terjadi saat pria dan wanita berkomunikasi (secara verbal atau non-verbal). Apa yang ditangkap dalam otak pria, bisa jadi jauh berbeda dengan maksud yang diucapkan wanita.
Menurut Psikolog Dr. Amy Johnson, ada beberapa perbedaan paling mendasar dari pria dan wanita yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Dengan menyadari perbedaan tersebut, bisa membantu Anda lebih memahami sifat-sifat pria dan berujung pada komunikasi lebih efektif.
Ini dia lima di antaranya, seperti dikutip dari Your Tango:
1. Wanita Memberi Sinyal, Pria Meminta Langsung
Pria terbiasa mengutarakan maksudnya secara langsung, sementara wanita lebih suka memberi isyarat. Dalam sebuah hubungan, wanita seringkali mengharapkan pasangannya bisa membaca pikiran mereka dan tahu apa yang mereka mau, tanpa memberitahunya secara langsung. Agar tidak selalu terjadi salah paham, sebaiknya Anda mengatakan secara langsung apa yang Anda inginkan dari si dia. Kesal atau marah tak lantas membuatnya tahu apa yang ada di pikiran Anda. Sebaliknya, dia akan pusing dan depresi karena harus menebak-nebak kenapa wanitanya marah tiba-tiba.
2. Wanita Memerhatikan Detail, Pria Tidak
Wanita punya ingatan luar biasa pada hal-hal kecil, termasuk hari pertama kencan, hadiah-hadiah, bahkan kecupan pertama. Sifat bawaan ini membuatnya lebih sentimentil daripada pria. Sementara pria cenderung, lebih memikirkan hal-hal yang sifatnya penting dan besar. Lupa tanggal kencan pertama, bukan berarti pasangan tidak peduli terhadap hubungan asmaranya. Anda harus mengerti bahwa pria tidak bisa mengingat hal-hal secara detail dengan baik karena cara mereka memroses informasi dalam otak berbeda dengan wanita.
3. Pria Fokus Pada Satu Hal, Wanita Bisa Fokus pada Berbagai Hal
Pria dan wanita memiliki cara pandang yang berbeda. Pikiran pria mudah terbagi dan hanya bisa fokus pada satu hal. Ini berarti secara mental dan emosional mereka tidak bisa memikirkan cinta, pekerjaan atau hobi sekaligus. Sementara wanita bisa memandang segala sesuatu dalam 'gambar besar', artinya, dia mampu menggabungkan berbagai aspek kehidupan mereka dalam satu pikiran. Jika tiba-tiba si dia menonton pertandingan bola di tengah-tengah perbincangan serius, bukan berarti dia tidak memedulikan apa yang Anda ucapkan.
4. Wanita Bicara Banyak, Pria Lebih Banyak Diam
Saat marah atau didera stres, wanita cenderung meluapkan semua kekesalannya. Baik itu masalah pekerjaan, jadwal harian yang padat atau masalah keluarga. Wanita juga kadang menggunakan kata-kata atau ucapan yang mendramatisasi keadaan sebenarnya. Emosi wanita lebih mudah meledak, seperti katup ketel yang terbuka ketika air mendidih. Namun, wanita pun bisa cepat meredakan amarahnya.
Di sisi lain, saat pria mengalami stres, dia lebih memilih diam untuk beberapa waktu. Pria hanya ingin menenangkan diri dengan menonton TV, bermain komputer atau menyendiri untuk melupakan masalahnya.
Karena itu, salah paham bisa kerap terjadi saat pria dan wanita berkomunikasi (secara verbal atau non-verbal). Apa yang ditangkap dalam otak pria, bisa jadi jauh berbeda dengan maksud yang diucapkan wanita.
Menurut Psikolog Dr. Amy Johnson, ada beberapa perbedaan paling mendasar dari pria dan wanita yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Dengan menyadari perbedaan tersebut, bisa membantu Anda lebih memahami sifat-sifat pria dan berujung pada komunikasi lebih efektif.
Ini dia lima di antaranya, seperti dikutip dari Your Tango:
1. Wanita Memberi Sinyal, Pria Meminta Langsung
Pria terbiasa mengutarakan maksudnya secara langsung, sementara wanita lebih suka memberi isyarat. Dalam sebuah hubungan, wanita seringkali mengharapkan pasangannya bisa membaca pikiran mereka dan tahu apa yang mereka mau, tanpa memberitahunya secara langsung. Agar tidak selalu terjadi salah paham, sebaiknya Anda mengatakan secara langsung apa yang Anda inginkan dari si dia. Kesal atau marah tak lantas membuatnya tahu apa yang ada di pikiran Anda. Sebaliknya, dia akan pusing dan depresi karena harus menebak-nebak kenapa wanitanya marah tiba-tiba.
2. Wanita Memerhatikan Detail, Pria Tidak
Wanita punya ingatan luar biasa pada hal-hal kecil, termasuk hari pertama kencan, hadiah-hadiah, bahkan kecupan pertama. Sifat bawaan ini membuatnya lebih sentimentil daripada pria. Sementara pria cenderung, lebih memikirkan hal-hal yang sifatnya penting dan besar. Lupa tanggal kencan pertama, bukan berarti pasangan tidak peduli terhadap hubungan asmaranya. Anda harus mengerti bahwa pria tidak bisa mengingat hal-hal secara detail dengan baik karena cara mereka memroses informasi dalam otak berbeda dengan wanita.
3. Pria Fokus Pada Satu Hal, Wanita Bisa Fokus pada Berbagai Hal
Pria dan wanita memiliki cara pandang yang berbeda. Pikiran pria mudah terbagi dan hanya bisa fokus pada satu hal. Ini berarti secara mental dan emosional mereka tidak bisa memikirkan cinta, pekerjaan atau hobi sekaligus. Sementara wanita bisa memandang segala sesuatu dalam 'gambar besar', artinya, dia mampu menggabungkan berbagai aspek kehidupan mereka dalam satu pikiran. Jika tiba-tiba si dia menonton pertandingan bola di tengah-tengah perbincangan serius, bukan berarti dia tidak memedulikan apa yang Anda ucapkan.
4. Wanita Bicara Banyak, Pria Lebih Banyak Diam
Saat marah atau didera stres, wanita cenderung meluapkan semua kekesalannya. Baik itu masalah pekerjaan, jadwal harian yang padat atau masalah keluarga. Wanita juga kadang menggunakan kata-kata atau ucapan yang mendramatisasi keadaan sebenarnya. Emosi wanita lebih mudah meledak, seperti katup ketel yang terbuka ketika air mendidih. Namun, wanita pun bisa cepat meredakan amarahnya.
Di sisi lain, saat pria mengalami stres, dia lebih memilih diam untuk beberapa waktu. Pria hanya ingin menenangkan diri dengan menonton TV, bermain komputer atau menyendiri untuk melupakan masalahnya.
Wanita secara naluriah akan bertanya kenapa kekasihnya bersikap lain dan menjauh darinya, apakah ada tindakan atau perkataannya yang salah? Jangan terburu-buru berpikir Anda akan dicampakkan saat si dia terkesan menjauh. Beri dia waktu untuk tenang, dan lebih baik menyibukkan diri daripada merong-rongnya terus dengan sejuta pertanyaan. Jika saat perasaannya sudah lebih baik, si dia pasti akan kembali dan mengajak Anda untuk menghabiskan waktu bersama.
5. Pria Bisa Emosional, Wanita Bepikir Sebaliknya
Wanita berpikir semua pria tidak punya sisi emosional. Kenyataannya, kebanyakan pria justru sangat sensitif dan punya perasaan mendalam. Namun mereka tidak selalu menunjukkannya. Wanita sebaiknya tidak berasumsi bahwa pasangannya tidak merasakan hal-hal emosional seperti sakit hati atau penolakan. Pria merasakannya lebih dari yang Anda tahu, tapi bukan berarti Anda bisa tahu perasaan yang sebenarnya. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah bertanya langsung.
5. Pria Bisa Emosional, Wanita Bepikir Sebaliknya
Wanita berpikir semua pria tidak punya sisi emosional. Kenyataannya, kebanyakan pria justru sangat sensitif dan punya perasaan mendalam. Namun mereka tidak selalu menunjukkannya. Wanita sebaiknya tidak berasumsi bahwa pasangannya tidak merasakan hal-hal emosional seperti sakit hati atau penolakan. Pria merasakannya lebih dari yang Anda tahu, tapi bukan berarti Anda bisa tahu perasaan yang sebenarnya. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah bertanya langsung.
Sumber : Apasih
Foto-Foto Menakjubkan Proses Perkembangan Janin Dalam Kandungan
Ketika foto embrio manusia yang sedang berkembang karya Lennart Nilsson pertama kali ditampilkan di majalah Life pada tahun 1965, gambarnya menimbulkan kehebohan. Hanya dalam hitungan hari, sebanyak 8 juta segala hasil cetakan (koran/majalah) yang memuatnya terjual habis.
Awal perkembangan bayi, kira-kira panjang embrio 9mm.
Minggu ke 8 atau kira - kira 2,5 bulan,
dimana embrio berkembang pesat
Minggu ke 10 dimana awal pembentukan mata, kita lihat mata terbuka,
tapi beberapa hari kemudian mata akan tertutup kembali
Minggu ke 16 janain mulai terbentuk tangan

Terlihat tali pusar dimana tali tersebut adalah
penghubung makanan dari sang ibu ke bayi

Usia 18 minggu, kira -kira panjangnya kira-kira 14 cm
dan sudah bisa mendengar suara-suara di luar dunia gelapnya.

Pada umur 6,5 bulan dimana sudah mulai terentuk
sempurna dan tumbuh bulu - bulu halus
Sumber : Apasih
Ibu,, ( Sulis )
Ibu senandung laguku
Kunyanyikan s'lalu untukmu
Engkau penyejuk hatiku
Tanpamu tiadalah aku
Ku selalu kumohon doamu
Bahagia hidup matiku
Ibu kaulah harapanku
Tanpamu tiadalah aku
Pelita hidupku
Penerang hati ku
Belahan jiwa ku
Kau matahari ku
Ibu..........
Sorga ditelapak kakimu
Ridho Allah dengan ridhomu
Begitulah sabda nabiku
Tanpamu tiadalah aku
Ibu perisai hidupku
Pertaruhkan nyawa bagiku
Cintamu terangi jalanku
Tanpamu tiadalah aku
Ibu…Ibu…Ibu…Ibu…
Ibu…Ibu…Ibu…Ibu
Hanya lah ibu ku
Curahan hati ku
Penawar luka ku
Bidadari ku
Ibu........
Kunyanyikan s'lalu untukmu
Engkau penyejuk hatiku
Tanpamu tiadalah aku
Ku selalu kumohon doamu
Bahagia hidup matiku
Ibu kaulah harapanku
Tanpamu tiadalah aku
Pelita hidupku
Penerang hati ku
Belahan jiwa ku
Kau matahari ku
Ibu..........
Sorga ditelapak kakimu
Ridho Allah dengan ridhomu
Begitulah sabda nabiku
Tanpamu tiadalah aku
Ibu perisai hidupku
Pertaruhkan nyawa bagiku
Cintamu terangi jalanku
Tanpamu tiadalah aku
Ibu…Ibu…Ibu…Ibu…
Ibu…Ibu…Ibu…Ibu
Hanya lah ibu ku
Curahan hati ku
Penawar luka ku
Bidadari ku
Ibu........
Ibu,,,,
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Senyum Pada Dunia...!!!!!!!
Bukalah matamu lihat saja
Tak akan ada beban di hati
Rasakan bebasnya ekspresikanlah dirimu
Segalanya kan terjadi bila kita
Tak menutupi hati dan rasa
Jadi lepaskanlah tersenyumlah pada dunia
Setiap hariku jalani semuanya dng pasti
Ikuti kata hati
Dan aku tak pernah sekalipun tuk mencoba
Mengingat segala sedih melihat ke belakang lagi
Jauhkanlah (jauhkanlah)
Putus asa (putus asa)
Jalanilah saja
Coba kita lakukan segala yg kita suka
Apa yg kita rasa
Tanpa harus kita pikir deh
Selalu hati-hati malah jadi tak berani
Jauhkanlah (jauhkanlah)
Putus asa (putus asa)
Jalanilah saja (jalani saja)
^-^
Langganan:
Postingan (Atom)

